WILLSTONED

haah… postingan ini.. sudah 2 atau 3 kali saya baca. awalnya karena berita yg sempat gempar di lingkungan kampus akhir tahun 2011, khusunya geologi. ada senior mereka yg meninggal karena kecelakaan helikopter saat kerja. Berhubung pacar saya juga dari fakultas teknik geologi, dan punya banyak teman geologi, beritanya bikin penasaran juga, sampai akhirnya… blog kak Christina ini banyak menjadi status BBM saat itu dan banyak dibaca sama anak-anak UNPAD. entah tanpa sadar saya yg mencari persamaan kisah, atau memang benar ada nya, beberapa aspek dikisah pacaran mereka mirip dengan pacaran saya.. terlepas dari itu semua, kisah ini bikin saya mikir setiap habis baca, seperti ada ikatan moral (dan tentunya emosional) hehe. berpikir ulang lagi tentang geologist ku itu, tentang hidup, mati, cinta, dan Tuhan pastinya.

trimakasih banyak ka Christina untuk mau berani menulis dan membagi cerita. selalu penasaran dengan kehidupan kaka sekarang… semoga segera menulis lagi 🙂

salam,

penyuka seni dan sastra

Christinamariapanjaitan's Blog

~ Geologist Never Die, They Just Get Stoned ~ 

.

“Yang, seru juga ya kalau cerita-cerita perjalanan dan manjat aku ditulis. Waw, keren!”

                                                 “Iya tuh, sayang banget kalau dipendem sendiri, kamu tulis lah, kamu buat blog aja..”

“Ah kamu mah, kan aku gak bisa nulis kaya kamu, aku gak ngerti caranya yang. Kamu aja deh yang nulis, aku yang ceritain, yah? yah?”

                                                   “Yaudah, tapi ceritanya dari mana kamu masih inget gak?”

“Waduh hehehe, dari mana yah yang, bingung aku mulainya…”

.

______________________________________________________________________________________________

Siapa sangka sayang, akhirnya aku menulis juga. Menulis untuk kamu.

Mungkin aku tidak akan pernah tahu tentang perjalanan-perjalananmu. Sampai kamu pergi pun, kamu memilih untuk memanjat tebing itu dalam diam. Tebing tertinggi. Tebingmu yang paling sakral. Di mana hanya ada tebing, Tuhan dan kamu.

Ini lah sebuah kisah tentang kamu, tentang kita. Sepenggal perjalananmu yang singgah menghampiri pelataranku. Sesaat sebelum kamu pergi mendaki kedamaian yang abadi.

View original post 28,216 more words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s