hari buku sedunia. hari dimana saya tidak selesai membaca satu buku pun.

sepertinya… saya juga… ya, tepat begini.

sedikit catat

Hari ini hari buku sedunia, dan aku tak bisa menghitung berapa banyak buku yang kubaca tahun ini. Bukan karena terlalu banyak, tapi justru seingatku, jarang ada buku yang selesai kubaca. Pada malam hari, buku-buku itu gentayangan, jadi arwah penasaran yang mengganggu malam-malamku. Aku selalu berdalih, aku tidak membaca buku sampai selesai, tapi aku membaca yang lain: esai, artikel, puisi, cerpen, dan lain sebagainya.

Tapi tetap, harusnya kubaca bukuku. Mereka kerap menangis diam-diam saat kutinggalkan di tengah-tengah. Seperti percintaan yang kandas di tengah jalan, seperti cumbu yang diinterupsi, seperti berhenti makan pada saat kau belum juga merasa kenyang. Mereka merasa dicampakkan. Terkadang ada dari mereka yang berteriak dalam mimpiku:

“Kau harusnya membacaku, kini aku tidak lagi dibakar dan dibredel. Kau perempuan tidak tahu diuntung, dulu orang-orang mencariku, ingin membacaku, tapi mereka tidak bisa menemukanku, sekarang kau hanya tinggal mengambilku dari rak dan membacaku, berbincang denganku. Aku kesepian di rak bukumu. Aku…

View original post 498 more words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s