Sesat Pikir dalam Wacana Iklan Majalah Remaja Perempuan

Ini adalah analisis saya terhadap lima iklan produk yang terdapat di dalam beberapa majalah remaja perempuan dari edisi yang berbeda-beda. Saya mencurigai terdapat beberapa pola sesat pikir dalam struktur iklan tersebut.

  • Mustika Puteri Roll-on
  • Biore Body Foam
  • Laurier Soft Care
  • Red A Lip Balm
  • Good Day Coffee

1) Analisis iklan pertama

Iklan: Mustika Puteri
Produk: Roll-on

Iklan selalu hidup dan berada kapan saja dan di mana saja dalam kehidupan kita. Di Indonesia, pada masa perkembangannya, bentuk iklan ber-sandar pada bahasa verbal yang tertulis dan tercetak. Dalam tulisan yang tercetak, setiap kalimat adalah suatu pernyataan yang bisa diuji ulang, dicari relevansinya dengan kenyataan yang diacu dan arah logikanya secara guna menguji koherensinya. Tetapi, bahasa yang dipergunakan dalam iklan di media massa dan elektronik seringkali tidak sesuai dengan kaidah bahasa yang baik dan benar.

Iklan memerlukan tampilan yang dikemas dengan bahasa membumi, kontekstual, dan ‘gaul’. Kondisi ini yang menye-babkan ada keprihatinan pada banyak kalangan. Ada yang berpendapat bahwa bahasa iklan tidak mesti sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar, tetapi belum ada kriteria bagaimana sebaiknya bahasa iklan tersebut.

Contoh pertama adalah sebuah iklan pada sebuah majalah perempuan muda yang menjual sebuah produk untuk ketiak. Produk Mustika Puteri adalah produk dalam negeri tetapi tampak pada penggunaan kata, iklan ini memasukkan beberapa kata asing kedalam kalimat iklannya. “Hey Girls! Jangan Ngaku ’Girly’ Kalo Keti Gak Wangi”. Begitu pula image yang digunakan adalah perempuan remaja berbaju minim dan berdandan-an funky ala remaja Barat, bukan image perempuan remaja Timur (Indonesia).

Iklan ini menyebut pembaca secara spesifik dengan ‘Girls’ dan menggunakan bahasa gaul seperti ‘ngaku’. ‘kalo’, ‘gak’. Ini adalah sebuah produk perawatan badan yaitu deodorant roll-on dan iklan ini menggunakan kata ‘keti’ untuk menyebutkan kata ketiak. Penggunaan kata yang tidak baku dan diciptakan sendiri agar terdengar lebih anak muda. Click here for more