Desa Candrajaya dan Mahasiswi Sastra Inggris

bagi ilmu di SDN Candrajaya II

“Ini cerita saya, apa ceritamu?”

Selama 31 hari saya menjalani KKNM bersama 18 teman lainnya yang berasal dari berbagai fakultas. Kami memilih lokasi di sebuah Desa bernama Candrajaya, kecamatan Sukahaji, kabupaten Majalengka. Dengan tujuan memenuhi tugas individual KKN, saya ingin berbagi pemikiran tentang desa yang saya tinggali selama sebulan penuh ini (karena saya tidak memakai jatah kepulangan 3 hari) dan apa yang saya rasakan tepat di hari ke-26 ini. Saya tidak memakai konsep dan judul “Jika Saya Menjadi Warga Candrajaya” karena menurut pendapat saya, sampai kapan pun saya tidak akan pernah bisa mencoba memahami, membayangkan, menempatkan diri secara tepat sebagai warga desa Candrajaya karena memang tempat ini bukan darimana saya berasal, dan juga adalah tempat yang asing buat saya. Sehingga saya akan menjelaskan desa Candrajaya dari segi pendidikan yang berhubungan dengan studi saya sebagai mahasiswi Fakultas Ilmu Budaya.

Desa Candrajaya terdiri dari lima blok desa yaitu, Blok A, Blok B, Blok C, Cugantang, dan Pabuaran. Desa memiliki fasilitas yang cukup memadai seperti balai desa, beberapa masjid, sekolah, madrasah, PAUD, posyandu, dan banyak warung kecil. Sebagian besar warga bermatapencaharian sebagai buruh tani. Hanya beberapa yang mempunyai sawah. Sisanya adalah wirausahawan dan guru sekolah.

Hal yang paling menyenangkan selama KKN bagi saya adalah saat mendapat kesempatan mengajar di SDN I dan II Candrajaya bersama mahasiswa lainnya. Saya dipercayakan untuk mengajar pelajaran Bahasa Inggris, dan hal ini berkaitan erat dengan pendidikan yang saya tempuh di perguruan tinggi walau bukan berarti sastra inggris itu belajar untuk mengajar bahasa inggris. Tetapi para guru di SDN Candrajaya pun mengakui bahwa kelemahan terbesar mereka adalah kurangnya tenaga pengajar bahasa inggris, sehingga saya merasa bersyukur bisa membantu banyak dengan ilmu kuliah saya. Read more

Advertisements